Jakarta, 31 Juli 2026 – Kamar Dagang dan Industri Indonesia atau Kadin menyiapkan empat program “quick win” sebagai langkah konkret dunia usaha dalam mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat aktivitas sektor riil, meningkatkan investasi, menciptakan lapangan kerja, serta memperbesar kontribusi dunia usaha terhadap perekonomian. Kadin menilai target pertumbuhan tinggi membutuhkan kolaborasi kuat antara pemerintah dan sektor swasta karena pembiayaan pembangunan tidak dapat hanya mengandalkan anggaran negara. Dunia usaha diharapkan menjadi salah satu mesin utama yang mendorong ekspansi ekonomi melalui investasi dan peningkatan produktivitas. Empat quick win tersebut dipersiapkan sebagai agenda yang dapat memberikan dampak relatif cepat sekaligus memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang.
Target pertumbuhan ekonomi 8 persen membutuhkan peningkatan aktivitas yang jauh lebih kuat dibandingkan pola pertumbuhan Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Investasi baru perlu berkembang bersamaan dengan konsumsi rumah tangga, ekspor, industrialisasi, dan pembangunan infrastruktur produktif. Kadin melihat dunia usaha memiliki ruang besar untuk mempercepat investasi apabila iklim bisnis memberikan kepastian dan proses perizinan semakin efisien. Hambatan yang meningkatkan biaya operasional perlu dikurangi agar perusahaan memiliki ruang melakukan ekspansi. Peningkatan investasi pada akhirnya diharapkan menciptakan efek berantai terhadap permintaan tenaga kerja dan aktivitas ekonomi daerah.
Empat quick win juga diarahkan untuk menjawab kebutuhan penciptaan lapangan pekerjaan yang berkualitas. Pertumbuhan ekonomi tinggi akan memberikan manfaat lebih luas apabila mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Karena itu, investasi pada sektor yang memiliki keterkaitan luas dengan industri pendukung menjadi penting. Manufaktur, pangan, energi, ekonomi digital, dan berbagai sektor berbasis sumber daya dapat menghasilkan aktivitas ekonomi tambahan apabila rantai pasoknya dibangun di dalam negeri. Pelaku UMKM juga perlu dilibatkan agar manfaat ekspansi tidak hanya terkonsentrasi pada perusahaan berskala besar.
Kadin menempatkan penguatan investasi sebagai salah satu unsur penting dalam mengejar pertumbuhan lebih tinggi. Indonesia memiliki pasar domestik besar, sumber daya alam, serta posisi strategis dalam rantai perdagangan regional yang dapat menjadi daya tarik investor. Namun, persaingan mendapatkan modal semakin ketat karena berbagai negara juga menawarkan insentif dan kemudahan kepada perusahaan global. Kepastian regulasi, ketersediaan energi, infrastruktur, kualitas tenaga kerja, serta kecepatan pelayanan menjadi faktor yang menentukan keputusan investasi. Pemerintah dan dunia usaha perlu memastikan keunggulan tersebut dapat diterjemahkan menjadi proyek nyata.
Industrialisasi menjadi komponen lain yang penting karena memberikan nilai tambah lebih besar dibandingkan hanya menjual bahan mentah. Pengolahan sumber daya di dalam negeri dapat menciptakan industri turunan, meningkatkan ekspor bernilai tinggi, dan membuka kebutuhan tenaga kerja dengan keterampilan lebih beragam. Strategi hilirisasi juga dapat diperluas agar tidak hanya berpusat pada komoditas mineral. Pertanian, perkebunan, perikanan, dan berbagai sumber daya lainnya memiliki peluang dikembangkan menjadi produk bernilai tambah. Dunia usaha dapat berperan membawa investasi, teknologi, dan jaringan pasar untuk mempercepat proses tersebut.
Pencapaian target 8 persen juga membutuhkan peningkatan produktivitas tenaga kerja. Investasi besar tidak akan memberikan hasil maksimal apabila kebutuhan keterampilan industri tidak dapat dipenuhi. Kadin dapat menjadi penghubung antara kebutuhan perusahaan dengan lembaga pendidikan dan pelatihan untuk memastikan kompetensi tenaga kerja sesuai perkembangan teknologi. Program vokasi, pelatihan ulang, serta peningkatan keterampilan digital menjadi semakin penting ketika otomatisasi berkembang di berbagai sektor. Pekerja yang lebih produktif dapat membantu perusahaan meningkatkan daya saing sekaligus menciptakan ruang bagi peningkatan kesejahteraan.
UMKM menjadi bagian penting karena jumlah pelaku usaha kecil sangat besar dan tersebar hingga berbagai daerah. Integrasi UMKM ke dalam rantai pasok perusahaan besar dapat memperluas dampak investasi sekaligus membantu usaha kecil meningkatkan standar produksi. Digitalisasi juga membuka akses terhadap pasar yang sebelumnya sulit dijangkau. Namun, pelaku UMKM masih menghadapi persoalan pembiayaan, teknologi, pemasaran, dan kapasitas produksi. Kolaborasi pemerintah, perbankan, perusahaan besar, serta organisasi dunia usaha dapat membantu mengatasi hambatan tersebut secara bertahap.
Empat quick win yang disiapkan Kadin menunjukkan bahwa pencapaian pertumbuhan ekonomi 8 persen membutuhkan tindakan nyata yang melibatkan dunia usaha sebagai penggerak utama. Investasi, industrialisasi, penciptaan lapangan kerja, peningkatan produktivitas, serta penguatan UMKM perlu bergerak dalam arah yang sama agar pertumbuhan menghasilkan dampak luas. Pemerintah memiliki peran menciptakan kepastian dan iklim usaha yang kompetitif, sedangkan pelaku bisnis perlu menerjemahkan peluang tersebut menjadi ekspansi dan investasi produktif. Target 8 persen memang membutuhkan lompatan besar, tetapi peluang dapat diperkuat apabila hambatan investasi dan produktivitas ditangani secara konsisten. Kolaborasi melalui program yang terukur menjadi salah satu kunci agar pertumbuhan tidak hanya tinggi secara angka, tetapi juga mampu meningkatkan kesempatan kerja dan kesejahteraan masyarakat.




