Jakarta, 26 Agustus 2026 – Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Dalam Negeri, Tri Tito Karnavian, membuka pameran seni bertajuk Roepa Merdeka yang menampilkan karya seni instalasi dari DWP Badan Intelijen Negara (BIN). Pameran tersebut menjadi ruang bagi para anggota DWP BIN untuk mengekspresikan kreativitas melalui karya seni sekaligus memperingati semangat kemerdekaan Indonesia. Kehadiran Tri Tito dalam pembukaan pameran menjadi bentuk apresiasi terhadap kreativitas para anggota DWP yang mampu mengembangkan kegiatan organisasi melalui bidang seni dan budaya.
Pameran Roepa Merdeka menghadirkan sejumlah karya instalasi dengan beragam konsep dan bentuk visual. Karya-karya tersebut tidak hanya mengandalkan unsur estetika, tetapi juga membawa pesan mengenai identitas, perjuangan, kebangsaan, serta semangat kemerdekaan. Seni instalasi memberikan ruang bagi seniman untuk menyampaikan gagasan melalui perpaduan berbagai material, bentuk, warna, dan ruang. Konsep tersebut membuat pengunjung tidak hanya melihat karya sebagai objek, tetapi juga diajak memahami pesan yang ingin disampaikan pembuatnya.
Tri Tito mengapresiasi keterlibatan DWP BIN dalam mengembangkan kegiatan seni dan budaya. Menurutnya, kreativitas seperti yang ditampilkan dalam pameran tersebut dapat menjadi sarana untuk membangun ruang ekspresi bagi anggota organisasi. Kegiatan seni juga dapat mempererat hubungan antaranggota sekaligus membuka kesempatan untuk mengembangkan potensi yang dimiliki masing-masing individu. Pameran menjadi bukti bahwa aktivitas organisasi perempuan tidak hanya berkaitan dengan kegiatan sosial dan administrasi, tetapi juga dapat berkontribusi dalam bidang kebudayaan.
Penyelenggaraan Roepa Merdeka juga memiliki kaitan dengan momentum peringatan kemerdekaan Indonesia. Tema kemerdekaan diterjemahkan melalui karya-karya yang menampilkan berbagai interpretasi mengenai perjuangan dan identitas bangsa. Setiap seniman atau pembuat karya memiliki cara berbeda dalam menyampaikan pesan tersebut sehingga menghasilkan bentuk visual yang beragam. Keragaman perspektif tersebut menjadi salah satu daya tarik pameran karena pengunjung dapat melihat bagaimana semangat kebangsaan diterjemahkan melalui pendekatan seni kontemporer.
Seni instalasi sendiri memungkinkan pembuat karya menggunakan berbagai benda dan material yang tidak selalu identik dengan seni tradisional. Objek sehari-hari dapat diubah menjadi bagian dari karya dengan memberikan konteks dan makna baru. Ruang pamer juga menjadi bagian dari karya sehingga interaksi antara objek dan pengunjung dapat menciptakan pengalaman yang berbeda. Pendekatan tersebut memberikan keleluasaan bagi anggota DWP BIN untuk mengeksplorasi gagasan dan tidak terpaku pada bentuk karya seni konvensional.
Pameran ini sekaligus menjadi wadah untuk memperkenalkan karya para anggota DWP BIN kepada masyarakat yang lebih luas. Selama ini, kegiatan organisasi perempuan di lingkungan lembaga pemerintahan sering kali lebih dikenal melalui kegiatan sosial, pendidikan, kesehatan, maupun pemberdayaan masyarakat. Melalui Roepa Merdeka, potensi kreatif para anggotanya dapat ditampilkan secara terbuka. Kegiatan tersebut diharapkan dapat mendorong anggota organisasi untuk terus mengembangkan kemampuan dan menemukan bidang baru yang dapat menjadi ruang aktualisasi.
Tri Tito menilai kegiatan seni memiliki nilai penting dalam membangun kreativitas dan kepekaan sosial. Seni dapat menjadi media untuk menyampaikan pesan yang terkadang sulit disampaikan hanya melalui kata-kata. Melalui karya visual, pembuatnya dapat mengangkat isu tertentu dan mengajak masyarakat melihat suatu persoalan dari sudut pandang yang berbeda. Dalam konteks pameran bertema kemerdekaan, karya seni dapat menjadi sarana untuk mengingat kembali nilai perjuangan sekaligus menghubungkannya dengan kondisi kehidupan masyarakat saat ini.
Kegiatan tersebut juga menunjukkan pentingnya peran organisasi dalam memberikan ruang bagi anggotanya untuk berkarya. DWP sebagai organisasi yang berada di lingkungan kementerian dan lembaga pemerintah dapat menjadi wadah pengembangan berbagai potensi anggota. Dukungan terhadap kegiatan seni dan budaya dapat membantu menjaga keberagaman ekspresi sekaligus memperkuat apresiasi terhadap karya kreatif. Pameran seperti Roepa Merdeka juga dapat menjadi kesempatan bagi anggota untuk saling bertukar pengalaman dan memperluas jejaring di bidang seni.
Selain memberikan apresiasi kepada pembuat karya, penyelenggaraan pameran dapat mendorong masyarakat untuk semakin mengenal seni instalasi. Jenis seni tersebut terkadang masih dianggap sulit dipahami karena menggunakan konsep dan bentuk yang berbeda dari lukisan atau patung tradisional. Melalui pameran, pengunjung dapat melihat secara langsung bagaimana sebuah gagasan dikembangkan menjadi karya yang dapat berinteraksi dengan ruang. Penjelasan mengenai konsep dan latar belakang karya juga dapat membantu pengunjung memahami pesan yang ingin disampaikan.
Roepa Merdeka pada akhirnya menjadi perpaduan antara peringatan kemerdekaan dan ekspresi kreativitas anggota DWP BIN. Pameran tersebut memperlihatkan bahwa semangat kemerdekaan dapat diterjemahkan melalui berbagai bentuk karya seni dengan perspektif yang beragam. Apresiasi Tri Tito terhadap kreativitas para peserta menjadi dorongan agar kegiatan seni dan budaya terus dikembangkan di lingkungan organisasi. Melalui ruang seperti ini, anggota DWP tidak hanya dapat menampilkan kemampuan kreatif, tetapi juga turut berkontribusi dalam memperkenalkan dan merawat nilai seni serta budaya Indonesia.




