Jakarta, 19 September 2026 – Dukungan terhadap warga Palestina terus disuarakan sejumlah musisi dan penyanyi internasional melalui panggung konser, karya musik, donasi kemanusiaan hingga surat terbuka. Bentuk dukungan yang diberikan tidak selalu sama, mulai dari menyerukan gencatan senjata dan akses bantuan kemanusiaan hingga menyampaikan kritik terhadap operasi militer Israel di Gaza. Sejumlah nama juga terlibat dalam gerakan kolektif seperti Artists4Ceasefire dan Musicians for Palestine. Artists4Ceasefire menyatakan tujuannya mencakup perlindungan kehidupan warga sipil serta terciptanya kebebasan, keselamatan dan kesetaraan bagi masyarakat Palestina maupun Israel. Sementara itu, surat Musicians for Palestine sebelumnya menghimpun ribuan musisi untuk menyerukan gencatan senjata serta masuknya bantuan kemanusiaan ke Gaza. Daftar artis yang menyampaikan sikap tersebut terus berkembang dan berasal dari berbagai genre serta negara.
Macklemore menjadi salah satu musisi yang paling terbuka menyuarakan dukungannya terhadap Palestina. Rapper asal Amerika Serikat itu merilis lagu Hind’s Hall yang mengambil nama dari gedung kampus yang diubah namanya oleh demonstran untuk mengenang Hind Rajab, anak Palestina yang tewas di Gaza. Macklemore juga berulang kali membawa isu Palestina ke atas panggung dan menyerukan solidaritas terhadap masyarakat Gaza. Pada September 2026, sikap tersebut kembali menjadi perhatian ketika ia menyampaikan pesan mengenai Palestina saat menjadi penampil pendukung dalam tur Ed Sheeran. Macklemore kemudian dikeluarkan dari sisa rangkaian tur tersebut setelah pernyataannya menimbulkan keberatan dari pihak terkait dengan salah satu venue. Peristiwa itu selanjutnya memicu solidaritas dari musisi lain yang memilih meninggalkan tur Sheeran.
Finneas termasuk nama yang mengambil langkah terbuka setelah pencoretan Macklemore. Musisi sekaligus produser tersebut mengundurkan diri dari jadwal penampilannya bersama Ed Sheeran dan menyatakan dukungannya kepada masyarakat Palestina. Aaron Rowe dari Irlandia mengambil keputusan serupa dengan membatalkan keterlibatannya dalam tur. Grup folk Irlandia Beoga yang menjadi bagian dari band pengiring juga meninggalkan rangkaian pertunjukan tersebut. Lukas Graham kemudian turut menarik diri sehingga seluruh penampil pendukung yang tersisa pada rangkaian terkait memilih mundur. Keputusan mereka memperlihatkan bagaimana solidaritas terhadap Palestina juga diwujudkan melalui pilihan profesional yang memiliki konsekuensi terhadap jadwal pertunjukan.
Dua Lipa juga termasuk penyanyi internasional yang beberapa kali menyampaikan sikap mengenai kondisi warga Palestina. Namanya tercantum dalam Artists4Ceasefire bersama banyak pekerja seni lainnya yang menyerukan perlindungan terhadap warga sipil dan perdamaian yang adil. Pada 2023, Dua Lipa juga menjadi salah satu penandatangan surat terbuka yang meminta pemerintahan Amerika Serikat mendorong deeskalasi dan gencatan senjata di Gaza serta Israel. Surat tersebut turut menyerukan pembebasan sandera dan akses bantuan kemanusiaan bagi masyarakat yang membutuhkan. Sikap Dua Lipa kemudian kembali mendapat perhatian ketika ia menyampaikan pesan mengenai korban sipil di Gaza dalam beberapa kesempatan. Aktivisme tersebut membuat namanya kerap masuk dalam daftar musisi internasional yang secara terbuka menunjukkan solidaritas terhadap Palestina.
Billie Eilish, Annie Lennox, Brian Eno, DJ Snake dan sejumlah musisi lain juga tercatat sebagai penandatangan Artists4Ceasefire. Gerakan tersebut menghimpun pekerja seni dari berbagai bidang untuk menyuarakan perlindungan kehidupan manusia dan penyelesaian konflik yang menjamin hak serta keamanan masyarakat Palestina dan Israel. Brian Eno bahkan termasuk figur yang telah lama terlibat dalam berbagai surat terbuka dan kegiatan solidaritas mengenai Palestina. Analisis terhadap sejumlah surat terbuka yang dilakukan pada 2025 menemukan Eno termasuk seniman yang paling sering muncul sebagai penandatangan dalam berbagai inisiatif tersebut. Annie Lennox juga beberapa kali menggunakan ruang publik untuk menyerukan perdamaian dan gencatan senjata. Keterlibatan para musisi ini memperlihatkan bahwa dukungan tidak hanya dilakukan melalui pernyataan individu, tetapi juga melalui kampanye kolektif lintas industri kreatif.
Massive Attack menjadi nama lain yang dikenal aktif menyampaikan solidaritas terhadap Palestina. Grup asal Bristol tersebut terlibat dalam berbagai gerakan budaya dan kampanye yang berkaitan dengan perang di Gaza. Musisi seperti Paul Weller, Paloma Faith, Peter Gabriel, Brian Eno dan Macklemore juga tercatat mendukung surat yang dikoordinasikan No Music For Genocide pada 2026 terkait Eurovision Song Contest. Surat tersebut memprotes keikutsertaan Israel dalam kompetisi itu dan menyerukan langkah boikot. Kneecap, grup rap asal Irlandia Utara, juga menjadi salah satu nama yang sangat vokal membicarakan Palestina melalui pertunjukan dan pernyataan publik. Aktivitas mereka memperlihatkan bahwa isu tersebut telah berkembang menjadi salah satu pembahasan besar dalam industri musik internasional.
Hozier juga berulang kali menggunakan panggungnya untuk membicarakan situasi kemanusiaan di Palestina. Penyanyi asal Irlandia tersebut menyerukan perlindungan bagi masyarakat sipil dan menyampaikan pandangannya mengenai perang di Gaza dalam rangkaian penampilan publiknya. Dukungan dari sejumlah musisi Irlandia memiliki konteks tersendiri karena sebagian dari mereka menghubungkan sikap tersebut dengan sejarah politik dan kolonialisme di negara mereka. Aaron Rowe, misalnya, menyinggung latar belakang Irlandianya ketika menjelaskan keputusan mundur dari tur Ed Sheeran pada September 2026. Beoga juga mengambil sikap setelah menyaksikan langsung penampilan Macklemore yang memuat pesan solidaritas terhadap Palestina. Perkembangan tersebut membuat musisi Irlandia menjadi salah satu kelompok yang cukup menonjol dalam gelombang solidaritas terbaru.
Daftar musisi yang pernah bergabung dalam seruan mengenai Gaza jauh lebih panjang. Pulp, Bikini Kill, Kid Cudi, Kali Uchis, Zack de la Rocha, Tom Morello, Lucy Dacus, Kehlani, Denzel Curry dan Fontaines D.C. termasuk di antara musisi yang menandatangani surat Musicians for Palestine pada 2023. Surat itu meminta gencatan senjata segera, penghentian pengepungan serta masuknya bantuan kemanusiaan ke Gaza. Caroline Polachek, Michael Stipe, Run the Jewels, Dev Hynes, Kaytranada, Miguel, Vic Mensa dan Aminé juga termasuk artis yang pernah bergabung dalam surat terbuka terkait gencatan senjata. Bentuk dukungan setiap artis berbeda dan tidak berarti seluruhnya mempunyai pandangan politik yang identik mengenai setiap aspek konflik Israel-Palestina. Kesamaan utama dalam berbagai inisiatif tersebut adalah seruan untuk menghentikan kekerasan terhadap warga sipil dan memperluas akses bantuan kemanusiaan.
Gelombang solidaritas dari industri musik menunjukkan bahwa isu Palestina terus mempunyai ruang besar dalam percakapan budaya internasional. Macklemore menjadi salah satu figur paling menonjol karena menggabungkan pesan politik dengan karya musik dan pernyataan di atas panggung, sementara Dua Lipa, Billie Eilish, Annie Lennox, Brian Eno, Hozier, Massive Attack dan musisi lainnya mengambil pendekatan masing-masing. Peristiwa terbaru dalam tur Ed Sheeran bahkan menunjukkan bahwa sikap tersebut dapat berujung pada keputusan profesional ketika Finneas, Aaron Rowe, Beoga dan Lukas Graham memilih mengundurkan diri. Pada saat yang sama, kampanye seperti Artists4Ceasefire memperlihatkan dukungan dari dunia hiburan tidak terbatas pada satu genre atau kelompok artis tertentu. Ribuan pekerja seni telah menandatangani berbagai surat terbuka terkait perang di Gaza selama beberapa tahun terakhir. Dengan bentuk dukungan yang beragam, suara dari industri musik tetap menjadi salah satu bagian dari perdebatan internasional mengenai perang, perlindungan warga sipil, bantuan kemanusiaan dan masa depan Palestina.





