Jakarta, 23 Mei 2026 – Dunia sepak bola internasional dikejutkan dengan keputusan Pep Guardiola yang resmi meninggalkan Manchester City setelah sepuluh tahun membangun era kejayaan klub tersebut. Pengumuman itu disampaikan usai berakhirnya musim kompetisi 2025/2026 dan langsung menjadi perhatian besar para penggemar sepak bola di seluruh dunia. Keputusan Guardiola dianggap menandai berakhirnya salah satu periode paling sukses dalam sejarah modern Liga Inggris. Selama menangani Manchester City, pelatih asal Spanyol tersebut berhasil mengubah klub menjadi kekuatan dominan baik di kompetisi domestik maupun Eropa. Kepergiannya pun memicu gelombang reaksi emosional dari suporter, mantan pemain, hingga tokoh sepak bola internasional.
Selama satu dekade berada di Stadion Etihad, Guardiola berhasil mempersembahkan puluhan trofi bergengsi yang mengangkat status Manchester City sebagai salah satu klub elite dunia. Di bawah kepemimpinannya, City meraih sejumlah gelar Liga Inggris, Piala FA, Piala Liga Inggris, hingga trofi Liga Champions pertama dalam sejarah klub. Gaya permainan menyerang yang atraktif dan dominasi penguasaan bola menjadi ciri khas tim racikan Guardiola selama bertahun-tahun. Banyak pengamat menilai keberhasilan tersebut tidak hanya membawa prestasi, tetapi juga mengubah budaya sepak bola klub secara menyeluruh. Kesuksesan itu membuat Guardiola dianggap sebagai pelatih tersukses dalam sejarah Manchester City modern.
Dalam pernyataannya, Guardiola mengaku keputusan untuk pergi bukan diambil secara mendadak, melainkan hasil pemikiran panjang setelah menjalani tekanan kompetisi tingkat tinggi selama hampir dua dekade. Ia menyebut membutuhkan waktu untuk beristirahat dari dunia kepelatihan setelah terus bekerja tanpa jeda sejak melatih di level tertinggi Eropa. Guardiola juga menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada para pemain, staf klub, dan suporter yang selama ini mendukung perjalanan kariernya di Manchester. Bahkan, Manchester City dikabarkan akan memberikan penghormatan khusus dengan menamai salah satu tribun stadion menggunakan nama Guardiola serta membangun patung penghormatan di area stadion. Langkah tersebut menjadi simbol besarnya kontribusi sang pelatih terhadap perkembangan klub.
Kepergian Guardiola kini memunculkan spekulasi mengenai siapa sosok yang akan menggantikan posisinya di kursi pelatih Manchester City. Sejumlah nama mulai dikaitkan sebagai calon penerus, termasuk mantan staf dan pelatih muda yang dianggap memahami filosofi permainan Guardiola. Media-media Inggris menyebut nama Enzo Maresca menjadi kandidat terkuat untuk melanjutkan proyek besar klub ke depan. Sementara itu, sebagian pengamat juga menilai Manchester City akan menghadapi tantangan besar untuk mempertahankan dominasi mereka tanpa kehadiran Guardiola di pinggir lapangan. Pergantian pelatih diyakini akan menjadi momen penting yang menentukan arah baru klub dalam beberapa musim mendatang.
Berakhirnya perjalanan Guardiola bersama Manchester City bukan sekadar pergantian pelatih biasa, melainkan penutup sebuah era yang penuh prestasi dan pengaruh besar terhadap sepak bola modern. Banyak penggemar menilai warisan terbesar Guardiola bukan hanya trofi, tetapi juga filosofi permainan yang menginspirasi banyak pelatih muda di seluruh dunia. Meski meninggalkan kursi pelatih, Guardiola disebut masih akan tetap terhubung dengan jaringan City Football Group sebagai duta global dan penasihat sepak bola. Publik kini menantikan langkah selanjutnya dari salah satu pelatih paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola modern tersebut. Keputusan ini sekaligus membuka babak baru bagi Manchester City yang akan memulai perjalanan tanpa sosok yang selama satu dekade menjadi simbol kesuksesan mereka.





