Palembang, 30 September 2026 – Wakil Menteri Pariwisata menilai Kota Palembang, Sumatera Selatan, memiliki potensi besar untuk terus mengembangkan wisata olahraga atau sport tourism. Potensi tersebut didukung keberadaan fasilitas olahraga, pengalaman menjadi tuan rumah berbagai kompetisi berskala nasional dan internasional, serta destinasi wisata yang dapat dikombinasikan dengan penyelenggaraan event. Pengembangan wisata olahraga dinilai mampu menarik peserta sekaligus wisatawan dari berbagai daerah. Kehadiran mereka juga dapat memberikan dampak ekonomi terhadap sektor perhotelan, transportasi, kuliner, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah.
Salah satu modal utama Palembang adalah keberadaan Jakabaring Sport City yang memiliki berbagai fasilitas untuk penyelenggaraan pertandingan. Kawasan tersebut sebelumnya menjadi bagian penting dalam pelaksanaan SEA Games 2011 hingga Asian Games 2018. Pengalaman menggelar kompetisi besar membuat Palembang memiliki infrastruktur serta sumber daya pendukung yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan wisata olahraga. Keunggulan itu dapat diperkuat dengan penyelenggaraan event secara konsisten sepanjang tahun. Dengan demikian, fasilitas yang tersedia tidak hanya digunakan untuk kompetisi, tetapi sekaligus menjadi bagian dari daya tarik pariwisata kota.
Potensi wisata olahraga Palembang juga tidak terbatas pada kegiatan di stadion maupun arena pertandingan. Sungai Musi dapat menjadi ruang pengembangan kegiatan olahraga air yang dipadukan dengan kekayaan budaya setempat. Festival Perahu Bidar Tradisional menjadi salah satu contoh event yang menggabungkan kompetisi olahraga, budaya, dan pariwisata sungai. Pada penyelenggaraan 2026, perlombaan perahu bidar menggunakan lintasan sekitar 1,8 kilometer dan berlangsung melewati sejumlah ikon wisata Palembang. Konsep seperti ini memberikan pengalaman berbeda karena pengunjung dapat menyaksikan kompetisi sekaligus mengenal identitas budaya daerah.
Selain olahraga air, kegiatan lari juga berpotensi dikembangkan sebagai magnet wisata. Palembang pada Juni 2026 menggelar Ampera Tourism Run yang menggabungkan aktivitas olahraga dengan promosi ikon kota. Rute dan konsep kegiatan memungkinkan peserta menikmati suasana Palembang sekaligus mengenal kawasan wisata di sekitarnya. Event olahraga seperti lari relatif dapat melibatkan peserta dalam jumlah besar dan mendorong kedatangan komunitas dari luar daerah. Apabila dikemas secara berkelanjutan, kegiatan semacam itu dapat menjadi bagian dari kalender wisata tahunan Palembang.
Pengembangan wisata olahraga juga dapat diperkuat melalui institusi pendidikan pariwisata yang berada di Palembang. Politeknik Pariwisata Palembang memiliki posisi strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia sekaligus mendukung penyelenggaraan event. Pada 2026, institusi tersebut menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Pariwisata Nasional V yang mempertandingkan berbagai cabang, mulai dari bulu tangkis, basket 3×3, tenis meja, mini soccer, e-sport, padel hingga panahan. Kegiatan tersebut menunjukkan olahraga dapat dikombinasikan dengan pendidikan, pariwisata, dan aktivitas ekonomi kreatif. Kolaborasi dengan pemerintah daerah dan organisasi olahraga juga dapat memperluas dampaknya.
Kementerian Pariwisata sendiri menempatkan wisata olahraga sebagai salah satu segmen yang mempunyai prospek untuk meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia. Data UN Tourism yang dikutip Kementerian Pariwisata menunjukkan sport tourism menyumbang sekitar 10 persen dari total belanja wisata global pada 2023 dan diproyeksikan tumbuh hingga 17,5 persen pada periode 2023–2030. Penyelenggaraan kompetisi dinilai dapat meningkatkan kunjungan sekaligus memperpanjang lama tinggal wisatawan. Dampak ekonominya kemudian dapat menyebar ke akomodasi, transportasi, kuliner dan UMKM di sekitar lokasi penyelenggaraan. Kondisi tersebut membuat wisata olahraga dapat menjadi instrumen promosi destinasi sekaligus penggerak ekonomi daerah.
Palembang memiliki modal untuk menangkap peluang tersebut melalui kombinasi infrastruktur olahraga, Sungai Musi, kekayaan budaya, kuliner, serta berbagai ikon seperti Jembatan Ampera. Pemerintah daerah juga telah memiliki Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Palembang 2025–2032 sebagai dasar pengembangan sektor pariwisata dalam jangka panjang. Tantangan berikutnya adalah menjaga kesinambungan event, meningkatkan kualitas penyelenggaraan, serta memperkuat promosi agar mampu menarik peserta dan wisatawan dari luar daerah maupun mancanegara. Kolaborasi antara pemerintah, komunitas olahraga, pelaku industri pariwisata, dan sektor swasta akan menjadi faktor penting dalam proses tersebut. Dengan pengelolaan yang konsisten, wisata olahraga berpeluang berkembang menjadi salah satu kekuatan baru pariwisata Palembang.





