Jakarta, 28 Agustus 2026 – Dolly Parton disebut pernah menyatakan kesediaannya untuk menjalani pengobatan kanker eksperimental apabila kondisinya tidak lagi memiliki harapan untuk sembuh. Pernyataan tersebut diungkapkan oleh saudara perempuannya, Stella Parton, dalam sebuah penghormatan setelah meninggalnya penyanyi legendaris tersebut. Menurut Stella, Dolly bersedia memberikan kesempatan kepada tim medis untuk mencoba obat-obatan eksperimental dengan harapan pengalaman tersebut dapat membantu pengembangan pengobatan bagi pasien lain di masa mendatang. Sikap tersebut disebut menjadi gambaran dari kepedulian Dolly terhadap orang lain bahkan ketika dirinya sendiri menghadapi kondisi kesehatan yang berat.
Dolly Parton meninggal dunia setelah mengalami sakit kanker yang sebelumnya tidak banyak diketahui publik. Kabar mengenai kondisi kesehatannya baru menjadi perhatian luas setelah keluarganya menyampaikan informasi mengenai perjuangannya menghadapi penyakit tersebut. Dalam masa-masa terakhirnya, Dolly disebut tetap memikirkan bagaimana dirinya dapat memberikan manfaat bagi orang lain. Kesediaannya untuk mempertimbangkan pengobatan eksperimental bukan semata-mata berkaitan dengan upaya memperpanjang hidup, tetapi juga keinginan agar pengalaman medis yang dijalaninya dapat memberikan pengetahuan bagi pengembangan terapi di kemudian hari.
Stella menggambarkan kakaknya sebagai sosok yang tetap memikirkan orang lain meskipun menghadapi situasi sulit. Menurut pengakuannya, Dolly memiliki pandangan bahwa apabila sudah tidak ada lagi harapan untuk dirinya, tindakan medis yang bersifat eksperimental masih dapat dipertimbangkan apabila berpotensi memberikan manfaat bagi pasien lain. Sikap tersebut memperlihatkan sisi kemanusiaan Dolly yang selama puluhan tahun juga dikenal melalui berbagai kegiatan sosial dan filantropi. Bagi keluarganya, kepedulian terhadap orang lain merupakan bagian dari karakter Dolly yang tetap terlihat hingga akhir kehidupannya.
Kesediaan seseorang mengikuti pengobatan eksperimental berbeda dengan sekadar mencoba obat baru tanpa pengawasan medis. Dalam dunia kedokteran, obat atau terapi eksperimental biasanya harus melalui tahapan penelitian dan memiliki persyaratan tertentu sebelum dapat diberikan kepada manusia. Pasien yang mengikuti uji klinis juga harus mendapatkan penjelasan mengenai manfaat yang mungkin diperoleh, risiko efek samping, serta ketidakpastian hasil pengobatan. Persetujuan pasien menjadi bagian penting dalam proses tersebut karena peserta harus memahami bahwa terapi yang diuji belum tentu memberikan hasil yang diharapkan.
Uji klinis kanker juga memiliki berbagai tahapan dengan tujuan yang berbeda. Pada tahap awal, peneliti lebih banyak melihat keamanan obat dan menentukan dosis yang dapat diberikan kepada manusia. Tahapan berikutnya dapat menilai efektivitas terapi serta membandingkannya dengan pengobatan yang sudah tersedia. Tidak semua obat yang masuk dalam penelitian akhirnya dapat digunakan secara luas karena sebagian mungkin tidak menunjukkan manfaat yang cukup atau memiliki risiko yang terlalu besar. Karena itu, keputusan untuk mengikuti uji klinis biasanya dibuat melalui pertimbangan medis yang cukup ketat dan harus disesuaikan dengan kondisi pasien.
Dalam kondisi penyakit yang berat, pengobatan eksperimental terkadang menjadi salah satu pilihan yang dipertimbangkan apabila terapi standar sudah tidak memberikan hasil yang diharapkan. Namun, keputusan tersebut tetap harus dibuat bersama tim medis dengan mempertimbangkan kondisi pasien secara keseluruhan. Faktor seperti jenis kanker, stadium penyakit, riwayat pengobatan, kondisi organ tubuh, serta persyaratan penelitian dapat menentukan apakah seseorang memenuhi kriteria untuk mengikuti uji klinis. Dengan demikian, kesediaan pasien saja belum tentu cukup untuk membuat seseorang dapat langsung menerima obat eksperimental.
Kisah Dolly juga kembali mengingatkan pentingnya penelitian dalam pengembangan terapi kanker. Banyak pengobatan yang saat ini digunakan oleh pasien merupakan hasil dari penelitian panjang yang melibatkan para ilmuwan, tenaga medis, serta peserta uji klinis. Setiap data yang diperoleh dari penelitian dapat membantu peneliti memahami bagaimana suatu terapi bekerja, efek samping yang mungkin muncul, serta kelompok pasien yang paling mungkin memperoleh manfaat. Proses tersebut membutuhkan waktu panjang karena keselamatan pasien harus menjadi pertimbangan utama sebelum sebuah terapi dapat digunakan secara luas.
Selain bersedia membantu penelitian, Dolly Parton sebelumnya juga dikenal memiliki perhatian besar terhadap bidang kesehatan dan penelitian medis. Pada 2020, ia memberikan dukungan finansial kepada Vanderbilt University Medical Center untuk penelitian terkait COVID-19. Dana tersebut membantu mendukung penelitian terapi plasma konvalesen yang kemudian dilakukan melalui uji klinis. Keterlibatan tersebut memperlihatkan bahwa perhatian Dolly terhadap penelitian medis bukan sesuatu yang baru muncul pada masa akhir kehidupannya, melainkan telah menjadi bagian dari kegiatan sosial yang dilakukannya selama bertahun-tahun.
Kepedulian Dolly terhadap penelitian juga menunjukkan bahwa kontribusi terhadap dunia kesehatan tidak selalu harus dilakukan melalui profesi medis. Dukungan pendanaan, peningkatan kesadaran publik, maupun kesediaan berpartisipasi dalam penelitian dapat membantu memperluas upaya pencarian terapi baru. Dalam kasus pasien yang menghadapi penyakit berat, keinginan untuk membantu penelitian dapat menjadi bentuk kontribusi yang memiliki dampak lebih panjang. Meski demikian, seluruh proses tetap harus mengikuti aturan penelitian medis dan mengutamakan keselamatan serta hak pasien.
Warisan Dolly Parton akhirnya tidak hanya berkaitan dengan perjalanan panjangnya sebagai penyanyi dan penulis lagu, tetapi juga dengan berbagai kegiatan kemanusiaan yang dilakukannya. Kesediaannya untuk mempertimbangkan obat eksperimental demi membantu pasien lain memperkuat gambaran tentang kepeduliannya terhadap masyarakat. Bagi keluarganya, tindakan tersebut menjadi salah satu contoh bagaimana Dolly tetap berusaha memberikan sesuatu kepada orang lain meskipun sedang menghadapi kondisi yang sangat sulit. Kisah tersebut sekaligus menunjukkan bahwa perkembangan pengobatan kanker membutuhkan keberanian, penelitian, dan kepedulian banyak pihak agar pasien di masa depan memiliki semakin banyak pilihan terapi.






