Jakarta, 22 September 2026 – Jennifer Coppen mengungkap cara Justin Hubner menjalankan perannya sebagai ayah bagi Kamari Sky Wassink. Meski keduanya dikenal memiliki hubungan yang sangat dekat, Jennifer menyebut Justin justru menerapkan pola asuh yang lebih tegas kepada Kamari. Ketegasan tersebut terutama terlihat ketika mengatur kebiasaan makan dan mengajarkan kedisiplinan kepada sang anak. Jennifer bahkan menggambarkan Justin sebagai sosok yang lebih strict dibandingkan dirinya dalam beberapa situasi.
Jennifer menjelaskan pola asuh yang mereka terapkan sebenarnya tidak jauh berbeda. Namun, Justin dinilai lebih tegas ketika Kamari harus mengikuti aturan yang telah diberikan. Jennifer sempat menyebut suaminya lebih galak sebelum kemudian mengoreksi bahwa istilah yang lebih tepat adalah lebih strict. Ketegasan tersebut bukan berarti Justin menjaga jarak dari Kamari. Sebaliknya, hubungan keduanya disebut sangat dekat dan membuat Jennifer senang melihat ikatan ayah dan anak yang terbentuk.
Salah satu bentuk kedisiplinan Justin terlihat ketika Kamari mengalami gerakan tutup mulut atau GTM saat waktu makan. Jennifer mengatakan dirinya terkadang masih memberikan kelonggaran ketika sang putri tidak mau makan. Justin memiliki pendekatan berbeda dan berusaha memastikan Kamari tetap mengikuti rutinitas yang telah diterapkan. Menurut Jennifer, suaminya cukup disiplin dalam persoalan makanan. Perbedaan pendekatan tersebut menjadi bagian dari pembagian peran keduanya dalam mendampingi tumbuh kembang Kamari.
Ketegasan Justin sebelumnya juga terlihat melalui momen sederhana yang dibagikan Jennifer di media sosial. Ketika Kamari mendapatkan sejumlah permen, Justin meminta sang anak tidak langsung memakannya dan menunggu sampai kedua orang tuanya kembali. Jennifer kemudian menjadikan situasi itu sebagai tantangan untuk melatih kesabaran dan kejujuran Kamari. Sang anak berhasil mengikuti kesepakatan dengan tidak mengambil permen sebelum diperbolehkan. Justin dan Jennifer kemudian memberikan apresiasi serta mengizinkan Kamari mengambil satu permen.
Bagi Jennifer, kontribusi Justin dalam perkembangan Kamari cukup besar. Hal tersebut semakin terasa ketika mereka tinggal bersama di Eropa tanpa bantuan pengasuh. Aktivitas sehari-hari Kamari ditangani langsung oleh Jennifer dan Justin sehingga keduanya mempunyai lebih banyak waktu untuk mendampingi sang anak. Jennifer menilai periode tersebut justru menjadi kesempatan yang baik untuk mengajarkan berbagai hal kepada Kamari. Ia menyebut perkembangan Kamari saat ini juga banyak mendapatkan kontribusi dari Justin.
Kedekatan Justin dan Kamari bahkan membuat Jennifer terkadang merasa dirinya seperti pengasuh ketika berada di Eropa. Jennifer berseloroh bahwa Kamari biasanya mencarinya ketika membutuhkan bantuan untuk mandi, makan, atau saat merasa lapar. Sementara ketika ingin bermain dan bersenang-senang, Kamari lebih sering bersama Justin. Jennifer tidak mempermasalahkan kondisi tersebut karena justru merasa senang melihat hubungan keduanya semakin kuat. Ia menggambarkan Justin dan Kamari seperti tidak bisa dipisahkan ketika sedang bersama.
Jennifer juga mengakui tidak selalu mudah membagi waktu antara pekerjaan dan kewajiban sebagai orang tua. Namun, ia berusaha memastikan kesibukannya tidak membuat waktu bersama Kamari berkurang. Hal serupa dilakukan Justin yang tetap mengambil bagian dalam aktivitas harian sang anak. Ketika berada di Eropa, kondisi tanpa pengasuh membuat pasangan tersebut harus mengatur sendiri seluruh kebutuhan Kamari. Situasi itu sekaligus memberikan ruang lebih besar bagi Justin untuk terlibat langsung dalam proses pengasuhan.
Kehadiran Justin sebagai figur ayah juga menjadi salah satu alasan Jennifer belum ingin terburu-buru menambah momongan. Setelah menikah pada Juni 2026, Jennifer mengaku lebih memilih menikmati kehidupan keluarga mereka terlebih dahulu. Ia ingin Kamari mendapatkan perhatian penuh dan menikmati kembali kehadiran figur ayah dalam kehidupannya. Jennifer mengatakan dirinya tidak sedang memaksakan program untuk memiliki anak dalam waktu dekat. Rencana mengenai anak berikutnya diserahkan pada perjalanan keluarga mereka ke depan.
Jennifer menyebut Kamari sebelumnya hampir setahun menjalani keseharian hanya bersamanya sebelum Justin hadir sebagai figur ayah dalam keluarga. Karena itu, ia ingin memberikan kesempatan kepada putrinya untuk menikmati perhatian dari kedua orang tua secara penuh. Jennifer menilai Justin memiliki karakter yang sangat kebapakan ketika bersama Kamari. Kedekatan mereka tidak hanya terlihat ketika bermain, tetapi juga dalam proses belajar, makan, serta menjalankan rutinitas sehari-hari. Hal tersebut membuat Jennifer merasa bersyukur melihat perkembangan hubungan keduanya.
Pola pengasuhan Jennifer dan Justin akhirnya memadukan kedekatan emosional dengan penerapan aturan kepada Kamari. Justin dapat terlihat sangat dekat dan sering bermain bersama sang anak, tetapi pada saat yang sama tetap menerapkan batasan ketika diperlukan. Jennifer pun menilai sikap lebih strict tersebut menjadi salah satu karakter Justin dalam mendidik Kamari. Keduanya tetap berbagi peran dan menyesuaikan pendekatan berdasarkan kebutuhan sang anak. Bagi Jennifer, keterlibatan langsung Justin telah memberikan kontribusi nyata terhadap tumbuh kembang Kamari.




