Jakarta, 16 Oktober 2026 – Pebiliar muda Indonesia, Albert Januarta, mencuri perhatian dalam debutnya di ajang Reyes Cup 2026 setelah berhasil mencatatkan golden break saat memperkuat Team Asia. Pencapaian tersebut menjadi salah satu momen menarik dalam pertandingan hari pertama yang mempertemukan para pemain terbaik Asia dan Eropa. Albert menunjukkan kepercayaan diri ketika menghadapi tekanan kompetisi internasional yang menghadirkan lawan-lawan berpengalaman. Penampilannya turut memberikan warna tersendiri dalam persaingan kedua tim yang berlangsung ketat sejak awal. Hingga pertandingan hari pertama berakhir, Team Asia dan Team Europe masih berada dalam posisi berimbang sehingga peluang kedua kubu tetap terbuka.
Reyes Cup merupakan turnamen biliar beregu yang mempertemukan pemain-pemain pilihan dari Asia dan Eropa dalam format pertandingan kompetitif. Ajang tersebut menjadi salah satu panggung penting bagi atlet biliar untuk menguji kemampuan menghadapi pemain dengan karakter permainan berbeda. Nama turnamen ini diambil dari legenda biliar Filipina, Efren Reyes, yang dikenal luas berkat prestasi dan pengaruhnya terhadap perkembangan olahraga tersebut. Pertandingan berlangsung dengan sistem perolehan poin tim sehingga setiap kemenangan memiliki pengaruh terhadap hasil keseluruhan. Format tersebut menuntut para pemain tidak hanya mengandalkan kemampuan individu, tetapi juga menjaga konsistensi demi kepentingan tim. Bagi Albert, kesempatan tampil di Reyes Cup menjadi pengalaman berharga untuk meningkatkan kemampuan dan mental bertanding.
Sorotan utama tertuju pada keberhasilan Albert Januarta mencatatkan golden break dalam pertandingan debutnya. Istilah tersebut digunakan ketika bola sembilan berhasil masuk secara sah melalui pukulan pembuka dalam permainan nine-ball, sehingga pemain langsung memenangkan rak sesuai aturan pertandingan. Kejadian seperti ini menjadi momen istimewa karena membutuhkan kombinasi akurasi, kekuatan pukulan, dan keberuntungan dalam pergerakan bola. Albert mampu memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menghadirkan momentum positif bagi Team Asia. Aksi itu juga memperlihatkan keberaniannya mengambil pukulan pembuka dengan penuh keyakinan di tengah atmosfer pertandingan internasional. Keberhasilan tersebut menjadi salah satu pencapaian yang berkesan dalam penampilan perdananya pada turnamen bergengsi ini.
Albert yang baru berusia 17 tahun tercatat sebagai pemain termuda yang pernah memperkuat Team Asia dalam sejarah penyelenggaraan Reyes Cup. Pada pertandingan pembuka, Kamis (15/10/2026), ia tampil bersama Carlo Biado, Robbie Capito, AJ Manas, dan Duong Quoc Hoang menghadapi lima pemain Team Rest of the World. Pertandingan tersebut berlangsung ketat karena kedua tim saling mengejar perolehan angka. Ketika kedudukan mencapai 3-3, Albert berhasil mencetak golden break yang membawa Team Asia unggul 4-3. Carlo Biado kemudian memastikan kemenangan dengan menuntaskan rak berikutnya sehingga Team Asia menang 5-3. Keberhasilan tersebut menjadi awal positif bagi Albert dalam penampilan perdananya di kompetisi beregu internasional.
Momentum kemenangan berlanjut pada pertandingan kedua ketika pasangan Carlo Biado dan Robbie Capito menghadapi Joshua Filler serta Aleksa Pecelj. Duet asal Filipina tersebut tampil dominan sejak awal dan berhasil mengendalikan jalannya pertandingan. Biado dan Capito mampu memanfaatkan sejumlah kesalahan lawan untuk memperbesar keunggulan. Permainan konsisten keduanya akhirnya menghasilkan kemenangan meyakinkan dengan skor 5-1. Hasil tersebut membuat Team Asia unggul 2-0 dalam perolehan poin keseluruhan. Keunggulan itu sempat membuka peluang bagi tim tuan rumah untuk mendominasi pertandingan hari pertama.
Namun, Team Rest of the World menunjukkan kebangkitan pada pertandingan ketiga melalui penampilan Francisco Sánchez Ruiz. Pebiliar asal Spanyol tersebut menghadapi Duong Quoc Hoang dari Vietnam dalam nomor tunggal. Sánchez Ruiz tampil efektif dan mampu mengendalikan pertandingan setelah sempat mendapat perlawanan pada awal laga. Ia akhirnya meraih kemenangan 5-1 dan memperkecil ketertinggalan timnya menjadi 1-2. Kemenangan tersebut memberikan dorongan kepercayaan diri bagi Team Rest of the World untuk menghadapi pertandingan terakhir. Persaingan pun kembali terbuka setelah Team Asia gagal mempertahankan dominasi yang dibangun pada dua pertandingan sebelumnya.
Pada pertandingan keempat, Albert Januarta kembali dipercaya tampil bersama AJ Manas untuk menghadapi pasangan tangguh Shane Van Boening dan Fedor Gorst. Pertandingan tersebut menjadi ujian berat karena kedua lawan memiliki pengalaman luas dalam kompetisi biliar internasional. Van Boening dan Gorst berhasil memanfaatkan sejumlah kesalahan untuk membangun keunggulan sejak awal. Pasangan Team Asia sempat memberikan perlawanan, tetapi belum mampu membalikkan keadaan. Pertandingan akhirnya dimenangkan Van Boening dan Gorst dengan skor 5-1. Hasil tersebut membuat Team Rest of the World berhasil menyamakan kedudukan keseluruhan menjadi 2-2 pada akhir hari pertama.
Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (PB POBSI), Achmad Fadil Nasution, memberikan apresiasi terhadap kesempatan yang diperoleh Albert untuk tampil di Reyes Cup 2026. Menurutnya, keikutsertaan atlet berusia 17 tahun tersebut merupakan kebanggaan bagi Indonesia karena Albert dapat bersaing bersama pemain-pemain terbaik dunia. Pengalaman menghadapi lawan berkelas internasional diharapkan menjadi bekal penting bagi perkembangan kariernya. Selain meningkatkan kemampuan teknis, turnamen ini juga memberikan kesempatan untuk membangun mental bertanding dan memahami strategi permainan beregu. PB POBSI berharap pencapaian Albert dapat memberikan motivasi kepada atlet muda lainnya. Kesempatan tersebut menunjukkan bahwa pemain Indonesia memiliki potensi untuk mendapatkan kepercayaan tampil dalam kompetisi internasional bergengsi.
Reyes Cup 2026 berlangsung pada 15 hingga 18 Oktober di Makati Coliseum, Filipina, dengan mempertemukan lima pemain Team Asia melawan lima pemain Team Rest of the World. Team Asia dipimpin Francisco Bustamante, sedangkan kubu lawan berada di bawah kepemimpinan Ralf Souquet. Turnamen ini menggunakan format pertandingan beregu, tunggal, dan ganda dengan setiap kemenangan memberikan satu poin bagi tim. Tim yang lebih dahulu mengumpulkan 11 poin berhak keluar sebagai juara. Team Asia datang dengan status juara bertahan setelah memenangkan dua edisi sebelumnya. Oleh karena itu, hasil imbang pada hari pertama membuat persaingan mempertahankan gelar diperkirakan berlangsung semakin ketat.
Penampilan Albert Januarta menjadi salah satu sorotan positif bagi Indonesia meskipun Team Asia belum berhasil mengamankan keunggulan pada hari pembuka. Keberhasilannya mencetak golden break menunjukkan potensi besar yang dimiliki pemain muda tersebut dalam menghadapi tekanan pertandingan internasional. Kekalahan pada nomor ganda juga menjadi pengalaman berharga untuk meningkatkan konsistensi dan kerja sama dengan rekan setim. Dengan kedudukan sementara 2-2, kedua tim masih memiliki peluang yang sama untuk mengambil kendali pertandingan berikutnya. Team Asia diharapkan mampu memanfaatkan dukungan penonton serta pengalaman para pemain senior untuk kembali meraih kemenangan. Sementara itu, Albert berkesempatan melanjutkan pembuktian bahwa atlet muda Indonesia mampu bersaing di panggung biliar dunia.





