Jakarta, 21 Oktober 2026 – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menginstruksikan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca untuk mengantisipasi hujan lebat yang berpotensi mengganggu sejumlah kegiatan internasional di ibu kota sepanjang pekan ini. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari persiapan pemerintah daerah dalam memastikan berbagai agenda berskala besar dapat berlangsung dengan aman dan lancar. Pramono menilai kondisi cuaca menjadi salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan, terutama ketika Jakarta menjadi lokasi penyelenggaraan kegiatan yang melibatkan banyak peserta. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun berupaya melakukan langkah antisipatif dengan melibatkan instansi terkait. Meski demikian, pelaksanaan modifikasi cuaca tetap harus mempertimbangkan kondisi atmosfer dan rekomendasi teknis dari lembaga yang berwenang.
Pramono menjelaskan bahwa Jakarta memiliki sejumlah agenda internasional yang dijadwalkan berlangsung dalam waktu berdekatan. Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah perlu meningkatkan kesiapan, baik dari sisi infrastruktur, transportasi, keamanan, maupun pengendalian risiko cuaca. Hujan dengan intensitas tinggi dikhawatirkan dapat memengaruhi mobilitas peserta serta kelancaran kegiatan yang diselenggarakan di berbagai kawasan ibu kota. Oleh karena itu, pemerintah mengambil langkah pencegahan agar potensi gangguan dapat ditekan sejak awal. Operasi modifikasi cuaca menjadi salah satu upaya yang dipertimbangkan untuk membantu mengelola risiko curah hujan. Kebijakan tersebut juga menunjukkan perhatian pemerintah terhadap kesiapan Jakarta sebagai tuan rumah kegiatan berskala internasional.
Pelaksanaan operasi modifikasi cuaca pada dasarnya dilakukan dengan memanfaatkan teknologi penyemaian awan untuk memengaruhi proses pembentukan hujan dalam kondisi atmosfer tertentu. Metode ini biasanya melibatkan pesawat yang membawa bahan semai ke wilayah awan yang dinilai memenuhi persyaratan teknis. Tujuannya dapat berupa mempercepat turunnya hujan di wilayah sasaran atau membantu mengurangi potensi akumulasi curah hujan di kawasan yang perlu dilindungi. Namun, teknologi tersebut tidak dapat menciptakan atau menghilangkan hujan secara mutlak karena keberhasilannya sangat bergantung pada kondisi cuaca. Karena itu, koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menjadi bagian penting dalam perencanaan operasi. Pemerintah juga perlu memperhatikan dampak terhadap wilayah sekitar agar pelaksanaannya tetap terkendali.
Salah satu kegiatan yang menjadi perhatian pemerintah adalah Jakarta Running Festival 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 22–25 Oktober. Ajang olahraga tersebut diperkirakan diikuti sekitar 37 ribu peserta dari 48 negara, sehingga membutuhkan kesiapan penyelenggaraan yang matang. Selain pengaturan rute dan keamanan, kondisi suhu udara menjadi faktor penting bagi kenyamanan serta keselamatan para pelari. Pramono berharap operasi modifikasi cuaca dapat membantu menurunkan suhu udara Jakarta sebelum rangkaian perlombaan utama berlangsung. Ia menginginkan para peserta dapat mengikuti kegiatan dengan kondisi lingkungan yang lebih sejuk. Harapan tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah berupaya mempercepat pelaksanaan operasi apabila kondisi awan memungkinkan.
Agenda internasional lainnya adalah konser musisi Kanye West atau Ye yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada 24 Oktober 2026. Pertunjukan musik tersebut diperkirakan menarik perhatian penggemar dari berbagai daerah dan berpotensi meningkatkan aktivitas masyarakat di kawasan Senayan. Pemerintah daerah memandang kegiatan hiburan berskala besar sebagai salah satu penggerak sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Kehadiran penonton dapat memberikan dampak terhadap sektor perhotelan, transportasi, kuliner, serta berbagai layanan pendukung. Karena itu, kesiapan infrastruktur dan kondisi lingkungan menjadi perhatian menjelang pelaksanaan konser. Pramono berharap langkah antisipasi cuaca dapat membantu menciptakan suasana yang lebih nyaman bagi pengunjung maupun masyarakat sekitar.
Secara khusus, Pramono telah meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta berkoordinasi dengan BMKG untuk menjalankan operasi pada 22–23 Oktober 2026. Namun, ia membuka kemungkinan agar penyemaian awan dimulai lebih awal apabila kondisi atmosfer pada 21 Oktober sudah mendukung. Pemerintah juga menyiapkan kemungkinan pelaksanaan hingga 25 Oktober apabila masih diperlukan dan secara teknis memungkinkan. Pramono menekankan bahwa Jakarta membutuhkan hujan setelah cukup lama mengalami kondisi cuaca panas. Ia berharap turunnya hujan sebelum agenda utama dapat membantu membuat suhu udara lebih nyaman. Meski demikian, keberhasilan operasi tetap bergantung pada keberadaan awan yang memenuhi persyaratan penyemaian.
Dari sisi ekonomi, Pramono menilai penyelenggaraan kegiatan internasional memberikan manfaat bagi Jakarta karena mampu menggerakkan berbagai sektor usaha. Ia mencontohkan penyelenggaraan kegiatan olahraga dan konser musik sebelumnya yang memberikan kontribusi terhadap aktivitas ekonomi ibu kota. Banyaknya peserta dari luar daerah maupun luar negeri membuka peluang peningkatan permintaan terhadap akomodasi, transportasi, dan layanan lainnya. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta karena itu berupaya memberikan dukungan agar kegiatan serupa dapat berlangsung secara berkelanjutan. Dukungan tersebut tidak hanya berupa fasilitas penyelenggaraan, tetapi juga kesiapan menghadapi kondisi lingkungan yang dapat memengaruhi kenyamanan pengunjung. Operasi modifikasi cuaca menjadi salah satu bagian dari upaya tersebut.
Melalui instruksi ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap kondisi udara dapat menjadi lebih sejuk menjelang Jakarta Running Festival dan konser Ye pada akhir pekan. Koordinasi antara BPBD dan BMKG akan menjadi faktor penting dalam menentukan waktu serta lokasi pelaksanaan penyemaian awan. Pemerintah juga perlu memantau perkembangan cuaca agar langkah yang dilakukan tetap sesuai dengan kondisi atmosfer. Masyarakat diimbau mengikuti informasi resmi mengenai prakiraan cuaca dan kemungkinan perubahan kondisi lingkungan selama kegiatan berlangsung. Pramono menegaskan komitmennya untuk mendukung penyelenggaraan berbagai agenda internasional yang membawa manfaat bagi Jakarta. Dengan persiapan yang matang, kegiatan olahraga dan hiburan tersebut diharapkan dapat berlangsung aman, nyaman, serta memberikan dampak positif bagi perekonomian ibu kota.




