Jakarta, 8 September 2026 – Panitia Pelaksana (Panpel) Persija Jakarta mengimbau The Jakmania untuk menjaga ketertiban menjelang pertandingan melawan Persib Bandung pada pekan kedua Super League 2026-2027. Duel dua klub dengan rivalitas tinggi tersebut direncanakan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Sabtu, 12 September 2026. Ketua Panpel Persija Jakarta Albin Laurent berharap para pendukung Macan Kemayoran datang ke stadion dengan tujuan memberikan dukungan kepada tim dan menikmati pertandingan. Suporter diminta menghindari tindakan yang dapat memicu kericuhan maupun mengganggu jalannya laga. Panpel ingin pertandingan besar tersebut dapat berlangsung aman sejak sebelum kick-off hingga seluruh penonton meninggalkan kawasan stadion.
Albin menegaskan sejumlah barang terlarang tidak diperbolehkan dibawa masuk ke area pertandingan. Beberapa di antaranya adalah flare, petasan, power bank, serta barang lain yang nantinya tercantum dalam syarat dan ketentuan pembelian tiket. Informasi lebih terperinci mengenai aturan pertandingan akan disampaikan menjelang penjualan tiket dibuka. Panpel juga berencana menyebarluaskan ketentuan melalui kanal komunikasi resmi Persija agar dapat diketahui seluruh calon penonton. Kepatuhan terhadap aturan dinilai penting karena pertandingan Persija melawan Persib memiliki tingkat perhatian dan antusiasme yang jauh lebih tinggi dibandingkan laga biasa.
Panpel menilai kedewasaan suporter menjadi salah satu faktor utama yang menentukan kelancaran pertandingan. The Jakmania diharapkan mampu menunjukkan bahwa rivalitas di lapangan tidak harus berkembang menjadi gesekan di luar pertandingan. Albin meminta para pendukung Persija tetap fokus menyaksikan pertandingan dan memberikan dukungan positif kepada pemain. Setelah pertandingan selesai, suporter juga diharapkan meninggalkan stadion secara tertib tanpa menimbulkan persoalan keamanan. Sikap tersebut dinilai dapat membantu menciptakan atmosfer pertandingan yang kompetitif sekaligus aman.
Persija sendiri masih menunggu izin resmi dari pihak kepolisian terkait penyelenggaraan pertandingan di SUGBK. Panpel memiliki keyakinan cukup besar bahwa izin pertandingan dapat diterbitkan setelah seluruh aspek keamanan dan penyelenggaraan dipenuhi. Sebelumnya, operator kompetisi telah menyampaikan adanya lampu hijau terkait rencana pertandingan Persija melawan Persib digelar di Jakarta. Meski demikian, panitia tetap menunggu proses administrasi resmi sebelum menjalankan seluruh tahapan berikutnya. Penjualan tiket baru akan dimulai setelah kepastian izin diperoleh.
Jika izin resmi telah diterbitkan, Panpel Persija berencana menyediakan sekitar 60 ribu lembar tiket untuk pertandingan tersebut. Jumlah besar itu disiapkan karena tingginya antusiasme The Jakmania terhadap duel Persija melawan Persib. Panitia juga merancang ketentuan khusus dengan mengarahkan penjualan tiket kepada pemegang Kartu Tanda Penduduk DKI Jakarta. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari langkah pengendalian penonton sekaligus pengamanan pertandingan. Detail mengenai mekanisme verifikasi identitas, kategori tiket, serta ketentuan masuk stadion akan diumumkan setelah seluruh persiapan dinyatakan siap.
Pertemuan Persija dan Persib selalu mendapatkan perhatian besar karena rivalitas panjang kedua klub serta basis pendukung mereka yang sangat besar. Pertandingan tidak hanya menghadirkan persaingan untuk mendapatkan tiga poin, tetapi juga membawa gengsi tersendiri bagi kedua kesebelasan. Situasi tersebut membuat aspek keamanan menjadi perhatian utama penyelenggara. Panitia perlu memastikan antusiasme tinggi dapat diarahkan menjadi dukungan positif tanpa menimbulkan gangguan. Kerja sama antara penyelenggara, aparat keamanan, klub, dan kelompok suporter menjadi bagian penting untuk mewujudkan pertandingan yang aman.
Laga kali ini juga mempunyai arti khusus karena berpeluang menjadi pertama kalinya Persija menjamu Persib di Jakarta setelah sekitar tujuh tahun. Pertemuan terakhir kedua klub dengan Persija berstatus tuan rumah di Ibu Kota berlangsung pada 10 Juli 2019. Ketika itu pertandingan dimainkan di SUGBK dan berakhir dengan skor imbang 1-1. Setelah periode tersebut, sejumlah pertemuan Persija melawan Persib dengan Macan Kemayoran sebagai tuan rumah berlangsung di luar Jakarta. Kembalinya duel tersebut ke SUGBK membuat antusiasme pendukung Persija diperkirakan meningkat signifikan.
Pengalaman pertandingan pada 2019 juga menunjukkan besarnya kebutuhan pengamanan ketika Persib bertandang ke Jakarta. Saat itu pengamanan pertandingan dilakukan dengan standar tinggi karena mempertimbangkan sejarah rivalitas kedua kelompok pendukung. Situasi keamanan menjadi salah satu pertimbangan penting dalam menentukan lokasi dan teknis penyelenggaraan pertandingan pada tahun-tahun berikutnya. Karena itu, rencana pertemuan pada musim 2026-2027 memiliki makna lebih luas daripada sekadar pertandingan kompetisi. Kelancaran penyelenggaraan dapat menjadi indikator semakin dewasanya pengelolaan pertandingan dengan rivalitas tinggi di sepak bola nasional.
Dari sisi kompetisi, pertandingan tersebut juga penting karena berlangsung pada fase awal Super League 2026-2027. Persija memasuki laga dengan kepercayaan diri setelah meraih hasil positif pada pertandingan pembuka melawan Borneo FC. Sementara Persib juga memulai musim dengan kemenangan 3-1 atas PSM Makassar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api. Kondisi tersebut membuat kedua tim memiliki momentum bagus menjelang pertemuan di Jakarta. Tiga poin dari duel ini dapat memberikan dorongan besar bagi perjalanan masing-masing klub pada awal musim.
Atmosfer SUGBK yang dipenuhi puluhan ribu The Jakmania berpotensi menjadi keuntungan tersendiri bagi Persija. Dukungan suporter diharapkan dapat memberikan tambahan energi bagi pemain ketika menghadapi Persib yang datang dengan target mempertahankan tren positif. Namun, Panpel menekankan dukungan tersebut harus diberikan dalam koridor aturan yang telah ditetapkan. Penggunaan flare, petasan, tindakan provokatif, maupun benda yang masuk dalam daftar larangan berpotensi menimbulkan konsekuensi terhadap penyelenggaraan pertandingan. Ketertiban penonton karena itu tidak hanya berkaitan dengan keamanan, tetapi juga menyangkut kepentingan Persija dalam menjalani pertandingan kandang berikutnya.
Panpel Persija berharap pertandingan melawan Persib dapat menjadi momentum untuk menunjukkan perkembangan budaya suporter sepak bola Indonesia. Rivalitas kedua klub tetap dapat dipertahankan sebagai bagian dari daya tarik kompetisi tanpa harus diikuti kericuhan ataupun tindakan yang membahayakan. The Jakmania diharapkan datang, memberikan dukungan penuh selama pertandingan, kemudian meninggalkan stadion dengan tertib. Jika izin kepolisian resmi diterbitkan, duel Persija kontra Persib pada 12 September mendatang akan menjadi salah satu pertandingan paling dinantikan pada awal Super League 2026-2027. Kelancaran laga tersebut juga dapat menjadi langkah penting untuk membuka lebih banyak kesempatan bagi pertandingan berisiko tinggi digelar di Jakarta dengan kapasitas penonton besar.





