Jakarta, 25 September 2026 –
Peluang Juventus untuk mendapatkan Alisson Becker kembali terbuka setelah masa depan penjaga gawang asal Brasil tersebut bersama Liverpool belum mendapatkan kepastian. Alisson saat ini memasuki musim terakhir kontraknya setelah Liverpool sebelumnya mengaktifkan opsi perpanjangan selama satu tahun hingga 2027. Namun, pembicaraan mengenai kontrak baru dilaporkan belum dimulai dan diskusi formal kemungkinan baru dilakukan menjelang akhir tahun. Situasi tersebut membuat Juventus memiliki kesempatan untuk kembali memantau perkembangan sang penjaga gawang setelah gagal memboyongnya pada bursa transfer musim panas 2026. Jika tidak tercapai kesepakatan baru, Alisson berpotensi meninggalkan Anfield setelah kontraknya berakhir.
Juventus sebenarnya sudah menunjukkan ketertarikan serius terhadap Alisson pada musim panas lalu. Klub asal Turin tersebut menjadikan kiper berusia 33 tahun itu sebagai salah satu target utama untuk memperkuat posisi penjaga gawang. Liverpool ketika itu memilih mempertahankan Alisson, sementara sang pemain juga tidak berniat memaksakan kepindahan apabila klub tidak memberikan persetujuan. Pelatih Juventus Luciano Spalletti kemudian mengonfirmasi bahwa pengalaman dan kualitas Alisson menjadi alasan namanya masuk dalam daftar pemain yang dipertimbangkan. Juventus akhirnya beralih kepada pilihan lain setelah transfer tersebut tidak dapat diwujudkan.
Situasi sekarang menjadi lebih menarik karena kontrak Alisson semakin mendekati periode enam bulan terakhir. Apabila tidak ada perpanjangan kontrak, penjaga gawang tim nasional Brasil tersebut dapat membuka pembicaraan dengan klub di luar Inggris mulai Januari mengenai kesepakatan untuk musim berikutnya. Kondisi seperti itu berpotensi menguntungkan Juventus karena klub Italia tersebut tidak perlu membayar biaya transfer apabila berhasil mencapai kesepakatan untuk merekrutnya setelah kontraknya selesai. Meski demikian, belum ada keputusan bahwa Alisson pasti akan meninggalkan Liverpool. Ia masih menjadi pilihan utama ketika berada dalam kondisi fit dan tetap memainkan peran penting dalam skuad The Reds musim ini.
Liverpool juga memiliki pertimbangan jangka panjang untuk posisi penjaga gawang. Kehadiran Giorgi Mamardashvili memberi klub alternatif sekaligus bagian dari perencanaan regenerasi di bawah mistar. Alisson akan berusia 34 tahun pada Oktober dan beberapa masalah hamstring dalam beberapa musim terakhir menjadi faktor lain yang dapat diperhitungkan ketika Liverpool menentukan kebijakan kontrak berikutnya. Meski demikian, pengalaman, kemampuan distribusi, dan kualitas Alisson dalam menghadapi situasi satu lawan satu tetap membuatnya menjadi figur penting. Karena itu, keputusan mengenai masa depannya kemungkinan tidak hanya ditentukan oleh usia, tetapi juga performa sepanjang musim dan kebutuhan Liverpool untuk beberapa tahun mendatang.
Kebutuhan Juventus terhadap penjaga gawang juga membuat nama Alisson tetap relevan. Situasi mereka menjadi lebih rumit setelah Kamil Grabara harus menjalani operasi ligamen lutut dan diperkirakan menepi selama enam hingga tujuh bulan. Neto kemudian didatangkan sebagai solusi darurat, sementara Juventus sebelumnya juga mendatangkan Guglielmo Vicario dengan skema pinjaman. Kondisi tersebut membuat manajemen Bianconeri tetap mempunyai alasan untuk mengevaluasi pilihan jangka panjang di bawah mistar. Alisson menawarkan kombinasi pengalaman Serie A, kualitas di level internasional, serta kepemimpinan yang sebelumnya memang dicari Juventus.
Hubungan Alisson dengan sepak bola Italia juga dapat menjadi faktor dalam perkembangan transfer tersebut. Sebelum pindah ke Liverpool pada 2018, ia pernah bermain untuk AS Roma dan bekerja bersama Spalletti. Pengalaman itu membuat sang penjaga gawang sudah mengenal karakter kompetisi Serie A sekaligus lingkungan sepak bola Italia. Pada musim panas lalu, laporan mengenai ketertarikan Juventus bahkan menyebut Alisson terbuka terhadap kemungkinan kembali bermain di Italia, meskipun ia tidak ingin meninggalkan Liverpool dengan cara yang merusak hubungannya dengan klub. Faktor tersebut membuat Juventus mempunyai dasar untuk kembali melakukan pendekatan apabila situasi kontraknya tidak berubah dalam beberapa bulan mendatang.
Beberapa bulan ke depan karena itu akan menjadi periode penting bagi masa depan Alisson. Liverpool masih mempunyai kesempatan menawarkan kontrak baru dan mempertahankan salah satu pemain paling berpengalaman dalam skuad, sedangkan Juventus dapat terus mengamati perkembangan sebelum menentukan langkah berikutnya. Tidak adanya pembicaraan kontrak baru untuk sementara memang membuka ruang lebih besar bagi Bianconeri, tetapi belum berarti transfer sudah mendekati kesepakatan. Performa Alisson sepanjang musim, rencana Liverpool terhadap Mamardashvili, serta kebutuhan Juventus di posisi penjaga gawang akan ikut menentukan arah situasi tersebut. Jika kontrak baru tetap tidak tercapai hingga memasuki 2027, peluang Juventus mendapatkan Alisson tanpa biaya transfer akan menjadi semakin konkret.





